Rabu, 06 Maret 2019

Video kegiatan KKN di Desa Ogan Lima periode I tahun 2019




Senin, 21 Januari 2019

Publikasi ini memuat gambaran umum tentang  keadaan geografi, iklim, pemerintahan dan perkembangan sosial ekonomi Lampung Utara. Lampung Utara Dalam Angka 2019 menyajikan data tahun 2018 meliputi pendidikan, pertanian, tranportasi, keuangan dan pendapatan regional.


Untuk membaca lebih lanjut klik Disini

Sumber : https://lampungutarakab.bps.go.id

Minggu, 20 Januari 2019

Jalan Lintas Sumatera adalah jalan raya yang membentang dari Utara sampai Selatan Pulau Sumatera. Jalan yang memiliki panjang total 2.508,5 kilometer ini berawal dari Banda Aceh, Aceh sampai Bakauheni, Provinsi Lampung. Jalan ini menjadi pilihan utama masyarakat yang hendak menuju provinsi-provinsi di Pulau Sumatera lewat jalur darat.

Desa ogan lima yang terletak di jalan Lintas Sumatera tak jarang hanya menjadi tempat persinggahan sementara bagi masyarakat yang hendak menempuh perjalanan lewat jalur darat. Tak banyak yang tahu jika desa yang kebanyakan penghasilan utama warganya dari lada dan kopi ini memiliki potensi wisata. Di desa ini memiliki curug dengan airnya yang menyegarkan. Curug ini memiliki keunikan tersendiri yakni terdapat dua buah tingkat yang jaraknya tidak berjauhan. Curug pertama memiliki tinggi sekitar 1.5 meter yang aman bagi anak-anak. Sedangkan curug yang kedua memiliki tinggi sekitar 3 meter yang mana terdapat gua didalamnya. Tempat ini sangat cocok untuk sekedar melepaskan penat selama perjalanan.

Kepala desa Ogan Lima, Sulaiman mengungkapkan bahwasannya desa yang menjadi pusat dari Kecamatan Abung Barat ini sebenarnya memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan hanya saja masih belum terkelola dengan baik.

“Kita (Desa Ogan Lima) sebenarnya memiliki potensi wisata, hanya saja masih belum terkola”, Ungkap Sulaiman.

Alasan awal tidak dibukanya curug ini sebagai potensi wisata dikarenakan wilayah curug ini masih menjadi tanah milik dari seorang warga.

“Kami tidak bisa membuka begitu saja membuka curug ini menjadi destinasi wisata dikarenakan tanah di area curug ini masih menjadi hak milik dari seorang warga”, tambah Sulaiman.

Jarak untuk menuju curug ini sekitar 27 kilometer dari Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Akses yang terhitung mudah menjadi faktor pendukung utama terealisasinya untuk dijadikan destinasi wisata.

Berdasarkan saran mahasiswa KKN dari Universitas Lampung, kepala urusan di desa Ogan Lima melakukan diskusi dengan pemilik tanah supaya curug ini dapat dijadikan destinasi wisata.

Setelah disetujui oleh pemilik tanah, warga desa bersama-sama dengan mahasiswa KKN Universitas Lampung melakukan gotong royong membersihkan area curug dari sampah dan rumput liar.



Sementara Kepala Urusan Pemerintahan Desa Ogan Lima, M Nasri menambahkan pembangunan curug ini hasil dari kerja sama perangkat desa, dan mahasiswa KKN bersama warga.

“Alhamdulillah atas kerja sama staf desa dan mahasiswa KKN beserta masyarakat, penataan destinasi wisata curug ini sangat di dukung oleh warga,” kata M Nasri.

Atas itu semua, M Nasri mengucapakan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung pembangunan tempat wisata di Ogan Lima.

“Tujuan lain dari menggagas destinasi wisata ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sungai,” tambah M Nasri.

Nama curug ini pun masih belum ditetapkan mengingat pentingnya pemberian nama yang dapat menarik masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata ini. Destinasi wisata curug ini direncanakan dapat rampung di tahun 2019 ini.

Sabtu, 05 Januari 2019

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


Peserta KKN dari 8 fakultas di Unila ini akan diterjunkan ke 5 kabupaten, 25 kecamatan, dan desa-desa di wilayah Provinsi Lampung. Termasuk desa-desa di Kecamatan Abung Barat, salah satunya ditempatkan di desa Ogan Lima. Para mahasiswa ini akan melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata selama 40 hari.

Mengusung tema “Membangun dan Meningkatkan Kemandirian Desa”, para peserta diharapkan mampu merepresentasikan rangkaian program-program kegiatan KKN sehingga mendukung terwujudnya tagline Universitas Lampung, yakni “Berkarya dan Berinovasi Untuk Bangsa”.

Mahasiswa yang ditempatkan di desa Ogan Lima yakni sebagai berikut:
  1. Wahyu Hermawan       (MIPA/Fisika)
  2. Eko Setiyawan           (Pertanian/Kehutanan)
  3. Fajar Arif Nugraha       (Hukum/Pidana)
  4. Anabel Ulima Shabrina   (Hukum/Perdata)
  5. Anggia Indriyani       (Pertanian/Teknik Pertanian)
  6. Selvi Sancia         (FISIP/Ilmu Pemerintahan)
  7. Zulfa Ariqoh         (Teknik/Mesin)

Selasa, 20 September 2016

Peringatan Hari Koperasi Ke-69 Provinsi Lampung Tahun 2016 dengan tema "Membangun Kemandirian Koperasi Untuk Kemakmuran Rakyat"
Dilaksanakan di Kotabumi, 6 September 2016








Sumber :  https://lampungutarakab.go.id/


Foto Peresmian Kantor TP.PKK Kabupaten Lampung Utara Dan Lomba Kreasi Jajanan Pasar Non Beras. Dengan peresmian TP.PKK Kabupaten Lampung Utara  diharapkan PKK semakin maju dan dengan Lomba Kreasi Jajanan Pasar Non Beras diharapka menambah semngat dan sillaturahim keluarga besar PKK Kabupaten Lampung Utara.









Sumber : https://lampungutarakab.go.id/

Wisata dan daya tarik daerah menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas taraf kesejahteraan wilayah tersebut. Dalam hali ini, lampung utara tentu sangat berpeluang mengloha sumberdaya alam kabupaten lampung utara sebagai tempat destinasi wisata.



Salah satu peluang tersebut adalah pencanangan Kampung Kopi sebagai tempat destinasi para pecinta kopi di Indonesia. Pengembangan desa wisata kopi ini tentu lahir atas dasar potensi wilayah Lampung Utara yakni perkebunan kopi. Dengan penambahan varian kopi, peningkatan kualitas dan cita rasa kopi serta promosi kampung kopi sebagai destinasi wisata kopi diharapkan menarik para pelancong dan wisatawan untuk berkunjung ke kampung kopi.

Dengan semakin berkembang dan banyaknya wisatawan yang menjadikan kampung kopi sebagai destinasinya makan akan membuat perekonomian kampung tersebut meningkat.


Lampung Utara adalah daerah penghasil kopi yang melimpah, sumber daya alam dan manusia dalam mengembangkan tanaman kopi di Kabupaten Lampung Utara sangatlah memumpuni. Namun Kebanyakan dari msayarakat masih hanya menjual dan medistribusikan hasil perkebunan kopi dalam biji.


Kopi Lampung yang terkenal kenikmatannya di seantero nusantara menjadi salah satu daya tarik pengusaha kopi di propinsi lain atau bahkan di pulau memasok kebutuhan pasokan kopi dari Lampung Utara. Para pelaku bisnis kopi kebanyakan memasok biji kopi mentah kepada pelanggannya. Padahal kita ketahui bahwa nilai jual kopi biji lebih rendah ketimbang kopi olahan bermerek.

Oleh karena itu, para pengusaha mikro harus berusaha membuat trobosan baru untuk meningkatkan mutu dan brand kopi di lampung utara sehingga nilai mutu dan harga kopi di lampung utara meninggkat.

salah satunya dengan mengembangkan produk kopi kemasan bermerek. Selain dapat emembuka peluang pekerja baru, peningkatan citra dan kualitas kopi Lampung Utara di tinggkat nasional dengan kopi merek lokal akan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai harga kopi dan kedepan lampung utara diharapkan bisa menjadi destinasi para pecinta kopi Indonsia. (djo)


Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Kereta Api Tanjung Karang Lampung ada Februari 2016 sebanyak 51.502 orang, naik sebesar 3,14 persen bila dibandingkan Januari 2016 yang mencapai 49.933 orang.


Jumlah penumpang kapal ferry yang berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung pada Februari 2016 sebanyak 102.815 orang, turun sebesar 27,18 persen jika dibandingkan Januari 2016 yang mencapai 141.185 orang.

Penumpang pesawat udara yang berangkat dari bandara Raden Inten II pada Februari 2016 sebanyak 66.136 orang, turun sebesar 2,09 persen jika dibandingkan Januari 2016 yang mencapai 67.549 orang. Sementara itu penumpang pesawat udara yang datang di Bandara Raden Inten II pada Februari 2016 sebanyak 64.957 orang

Baca lebih lengkap Klik Disini




Gema sholawat dan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren sukadana udik dihadiri oleh bapak Bupati Lampung Utara beserta jajarannya yang sering beliau katakan adalah pelayanan -pelayanan rakyat .hadir pula dalam acara tersebut habib abdulrahman alhadad,Camat Bunga mayang,uspikakec.bunga mayang,kepala desa suka dana udik dsb.kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 800 orang jamaah pengajian,minggu 4 september 2016.

dalam sambutannya Bupati Lampung Utara mengatakan tujuan yg pertama kita kumpul dalam pertemuan ini adalah untuk bersilaturahmikrn dalam keseharian belum tentu kita dengan tetangga
kanan kiri depan belakang dapat bersilaturahmi karna di sibukan dengan kegiatan masing-masing. Kemudian yg selanjutnya beliau sangat mendukung pembangunan pondok pesantren di desa suka dana udik sebagai wadah untuk menpedalam ilmu agama. Selesai menyampaikan sambutan beliau langsung menyerahkan bantuan secara pribadi untuk pembangunan pondok pesantren tersebut

Yang langsung di terima oleh panitia pembangunan.Acara tersebut kemudian diisi tausiah agama oleh habib umar al hadadd dari Bandar Lampung. setelah selesai acara di lanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren.

Sumber: http://www.lampungutarakab.go.id/

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara bersama dengan warga beserta Unsur Pimpinan Kecamatan Abung Semuli melaksanakan penyemprotan hama wereng coklat di Gapoktan Jaya, Desa Semuli Jaya, Abung Semuli, Minggu (24/7).

Dalam Kegiatan tersebut turut hadir pula Camat Abung Semuli Juwono, Perwakilan Dandim 0412 Lampura, Pasi Teritorial Kapten Suroto, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, 3 (tiga) Kasi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dan staf Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara,  Perwakilan Balai Proteksi Tanaman Provinsi Lampung serta beberapa rekan dari pers.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara Sofyan, S.P., MM mengatakan luas lahan yang disemprot mencapai 3,5 Ha. 2 Ha tanaman padi sebelumnya sudah terserang hama wereng coklat dengan keadaan tanaman padi sudah mengering (puso). Laporan ini juga sudah didengar langsung oleh Bupati dan memerintahkan untuk segera dilakukan penyemprotan.”Mendapat laporan tersebut semalam, langsung dilakukan penyemprotan bersama,” kata dia (Sofyan.red)

Penyemprotan dilakukan segera, karena apabila terjadi serangan secara eksplosif berkelanjutan, dapat mengancam produksi padi di Lampura. Seperti diketahui, untuk sasaran produksi pada musim tanam gaduh pada Bulan April hingga September, sebanyak 103 ribu ton gabah kering giling dengan sasaran tanaman padi sawah, seluas 19 ribu hektar. “Jika tidak diantisipasi secara dini, akan mengakibatkan sasaran produksi tidak tercapai,” ujarnya.

Serangan hama wereng coklat ini, sangat membahayakan. Kerusakannya sangat luar biasa, serangannya dengan cara menghisap dan menusuk dari pangkal batang. Dalam periode 20 hari, serangga tersebut berkembang biak, mulai dari telur hingga menjadi wereng. Selain itu juga, pihaknya memberikan bantuan obat-obatan pestisida untuk memberantas wereng, dari Distanak dan juga Balai Proteksi, yang diterima oleh ketua Gapoktan Jaya, Toyib Mustofa.

Himbauan kepada petani, selalu melakukan pengamatan di lapangan, saling berkoordinasi. Pemberantasan menggunakan bahan kimia, merek Sidabas yang dibantu oleh Bupati sebanyak 2 dus, serta Balai Proteksi juga memberikan insektisida merek Applaud sebanyak 4 dus.”Pembasmian menggunakan bahan kimia yang efektif, wereng langsung mati,” ujarnya.

Sumber: http://www.lampungutarakab.go.id/

Dalam memeriahkan puncak acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71, ratusan warga Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara menyerbu dua kolam ikan yang terletak di Dusun Jakartabaru guna mengikuti lomba menangkap ikan dengan kedua tangan. Kepala Desa(Kades) Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara(Lampura), Ahmad Husen mengatakan, ?panitia sengaja menggelar acara unik menangkap ikan itu karena mengambil nilai juang para pejuang dalam meraih kemerdekaan NKRI.


“Panitia sengaja menggelar lomba adu tangkas menangkap ikan hanya memakai tangan tanpa alat ini di dalam kolam di Dusun Jakartabaru, Desa Kalibalangan untuk meriahkan HUT kemerdekaan RI ke 71,” kata Ahmad Husen, Senin(22/8).

Untuk peserta dalam lomba itu, lanjut Ahmad Husen, sedikitnya 250 warga desa setempat dan hadiah yang diperebutkan peserta terbanyak tangkapannya.”Acaranya dilaksanakan di dua kolam. Satu kolam khusus ikan lele diikuti peserta laki-laki. Dan untuk peserta perempuan ikannya campuran mas dan nila,”lanjut Ahmad. Dijelaskan, pada kolam peserta laki-laki yang berisikan ikan lele di-isi oleh panitia sebanyak 100 kg, dan di kolam peserta perempuan di isi 150 kg. “Peserta di kolam lele sekitar seratusan orang, dan di kolam ikan mas dan nila ada sekitar seratus lima puluhan orang,”jelas dia.

Selain lomba itu, lanjutnya, panitia juga menggelar hiburan rakyat dengan mengadakan pertunjukan kudalumping di dusun empat, dan orgenan yang dilaksanakan di dusun lima.”Pada acara puncak, telah dibagikan hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangkaian HUT RI ke 71,”pungkas Ahmad.(rid).

Sumber: http://radarkotabumi.co.id/

Profil Kepala Desa

Profil Kepala Desa
Kepala Desa Ogan Lima Periode 2016/2021

Postingan Populer

Postingan Terbaru